Wednesday, 14 November 2012

GOES TO SIAK

assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.. :)pada awalnya gak kepikiran pengen pergi ke Siak Sri Indrapura, rencana awal sih direncanakan oleh teman-teman. amex, andres, putra, dilla, sari dan lain sebagainya. (kalo nyebutin satu persatu ribet juga sih hahaha). yappz. tepat pada hari sabtu, 10 november 2012 (bertepatan hari pahlawan ) kami berangkat menuju siak sri indrapura. pada saat ingin berangkat ngumpul dulu di kampus dengan segala persediaan yang ada dan fikiran yang tak menentu, sambil menunggu teman-teman. sempat sih narsis dulu sebelum berangkat. :D dengan gaya masing berfose didepan kamera. senyuman, gaya jutek, yang jelas pada intinya NARSIS abiss.. hahahahanah foto di samping adalah foto sebelum melakukan perjalanan Goes to siak. sekitar jam 11.00 kami mulai menaiki kuda besi kami, yaah sekitar 6 motor, dan aku sendirian. selebihnya berpasangan. njirr.. iri sih gak tapi mungkin enak juga ya kalo berpasangan pergi jauh-jauh gitu. 
dalam perjalanan kami mengisi minyak di SPBU sekitar jalan soekarno-hatta atau orang pku lebih menyebutnya jalan arengka I. nah  pada saat selesai mengisi minyak, dengan gaya sok taunya aku menyuruh teman-teman untuk melanjutkan perjalanan "ntar aku nyusul.." sambil berusaha memasang headset ke helm agar bisa dengerin musik. dengan susah payah akhirnya aku berhasil melakukannya. "yess" ujarku sambil tersenyum dan menghidupkan sepeda motor ku. tanpa ku sadari ternyata teman-teman ku udah jauh meninggalkan aku, nah pas tiba di simpang empat lampu merah (gak tau dimana) aku pun langsung belok kiri, karena melihat plang nama jalannya "siak jembatan II" dengan penuh keyakinan aku memacu kuda besi tercinta ku *Revo*-__-. akhirnya pikiran waras ku pun terbangun langsung aku sms si amex, "mek dimana?" dgn muka yang meyakinkan aku terus melaju. tit tit, suara handphone ku berbunyi "jalan terus wak, ntar belok kanan, kami nunggu di SPBU". -_- ncciaatt rasa tersentak hatiku, ternyata aku salah jalan,, " okelah mek" balas ku. nah setelah itu aku pun lurus aja dari jalan yang semula aku pilih.. "mek aku nyasar." dengan hati yang kesal aku terus berjalan "asemm... kok bisa gini ya" ujarku dalam hati sambil dengerin musik. BON JOVI "always", lagunya keren sih meskipun gak tau artinya. teletuit.teletuiitwittt.. bunyi panggilan di handphone ku tertera jelas nama temanku "S' Amat" langsung aku angkat "ko dimana? kami nunggu ne" ujarnya " aku tak tau ne mekk, aku nyasar" dalam hati udah berbisik "kalo misalnya tidak ketemu yahh apa boleh buat aku harus pulang. "eeeee,,, jalan aja lurus ntar belok kanan"|"okelah mek" -_- dengan nada tak bersalah ku, teringat di benak ku jalan Riau.. njirrr rupanya..  mereka sudah menunggu ku.. hahahaha..... dengan muka tidak bersalah aku langsung tertawa lepas ketika ku temukan teman-temanku mojok berdua di pinggir jalan.. "eeeee,, itulah ko, tak tau tapi sok tau," dengan muka kesal amek berkata demikian dan aku dengan musik bergema di telinga tanpa sadar antara mendengar dan tidak ucapannya mengiyakan dengan muka menahan malu dan segan terhadapnya.. ._. "yokk,, goo kita" kami pun melanjutkan perjalanan kembali dengan terpisah dari koloni kami. lewat jembatan rumbai untuk pertama kalinya hati ku berkata "kerenan juga rumbai tembilahan, hahaha, tapi mantapnya disini dua jalur aja, yah maklum ibukota provinsi" dan pada akhir nya kami bertemu juga dengan kelompok perjalann kami yang semula, sedangkan berteduh dibawah atap sebuah mushola di rumbai dan sempat-sempatnya juga kami berfoto sewaktu sedang istrahat untuk shalat dzuhur. hahaha,, *maklum aja anak kampung gak pernah ketemu kamera digital.. setelah berfoto ria kami kembali melanjutkan perjalanan.. 1jam kemudian setelah melewati jalan berliku panjanngg kami tiba di jalan kecil, pertama pemandangan cukup indah sih setelah itu tidak jauh dari setelah kami melihat pemandangan itu. terjadi sebuah insiden mengerikan, tidak pernah terpikirkan sebelumnya hal ini akan terjadi, semua peristiwa hanya Allah yang maha tahu akan maksudnya. motor ku ditabrak dari belakang oleh temanku sendiri "Fauzi maulana siregar", tepat di depan pos polisi *tapi polisinya untung gak ada* dan yah alhasil mereka berguling-guling ditengah babatuan, aku pun tak sadar langsung tertawa dan "astagfirullahaladzim" ucapku dengan tatapan polos memandang mereka berdua terjatuh. si dewi dan si fau. hahahaha ternyata mereka (teman-temanku yang di belakang) juga ikut tertawa melihat kejadian itu, yah meskipun yang mengalami dengan jantung dag-dig-dug.. :D kami langsung berhenti, dan pas di tempat itu ada tempat berjualan.langsung ku pinggirkan motor temanku yang terguling tersebut " gak papa wi, zi?"|iya gak po-po" ujar si jawa cantik.. *jiaaaa :D aku pun langsung tertawa melihat temanku tertawa juga karena mereka lebih melihat apa yang terjadi. aku semula tidak sadar kalau spatbor belakang ku ternyata patah.. "jiahahahahaha,, patah dia" dengan perasaaan yang tak karuan aku spontan berkata demikian, tapi tetap yang paling penting adalah keselamatan teman2 ku.. setelah berselang bebrapa waktu, setelah kejadian yang mengerikan tadi kami melanjutkan perjalanan kembali. terasa teringat kampung halaman. ada juga ternyata jalan di perkotaan sejelek itu. "udah becek, gak ada ojek" terasa jadi crosser hahaha, akibat peristiwa tadi. kami melanjutkan perjalanan dengan melewati sebuah PT. kebun sawit yang cukup luas dan sepi. ternyata disini jalan pintas anak-anak siak untuk pulang kampung. akhirnya kami sampai di sebuah jembatan kata temanku namanya sih maridan tapi ntah lah.. hahaha nah disini ternyata cukup banyak orang bersinggah sambil menikmati pemandangan alam yang cukup bagus aku rasa, tanpa sadar aku berkata " foto lu, foto lu," langsung dengan cekatan si nur yang memegang kamera langsung mengeluarkan kamera dari dalam tasnya. tanpa memikirkan orang sekitar kami kami berfoto untuk melepas lelah sejenak dari badan. 
jembatan maridan

peyek
 
saya tidak tahu namanaya
rumah tujuan
 







berselang beberapa waktu kami melanjutkan perjalanan kembali dengan sisa-sisa tenaga yang ada. 1 jam... 2 jam.. 3 jam belum juga sampai di rumah siputra yang kami tuju, 4 jam kemudian kami tiba di rumah putra. * horeeee. dengan tergegas-gegas memarkirkan motor, bukan karena lelah tapi karena melihat pohon rambutan yang dengan ranumnya berbuah.hahaha kami pun bergegas tanpa permisi lagi untuk memetik buah yang ada. "masuk dulu.." ujar putra, tanpa di perdulikan kami tetap asik memakan buah-buah yang ada. sebenarnya bukan karena tidak pernah, tapi karena sudah lama sekali aku tidak makan rambutan aku pun ikut nimbrung bersama teman-teman ku juga. hahaha setelah masuk kerumah kami telah di sajikan menu spesial yang di sediakan tuan rumah, namanya gak tau sih tapi terbuat dari beras yang udah dikeringkan dan dibuat seperti kerupuk dan satu lagi adalah peyek.. :D wah, wahh,, asik bener dah kalau udah di rumah orang. serba instan, hahaha setelah satu jam kami tiba, tit tit tit, suara hp si putra berbunyi " woy, emak aku nyuruh makan" :O njirrrr.. keluarga yang manfaatin tekhnologi banget, ampe nyuruh makan anaknya yang ada di luar aja di sms dulu ama si mbok. 
menu makan sore hahaha
kolam hijau-siak
langsung saja tanpa rasa segan dan rasa lelah yang menyerang kami langsung memasuki ruang makan yang telah di sediakan oleh tuan rumah hahahaha.. dengan gelak tawa dan sore yang indah kami menikmati hidangan yang ada. "nciiiissss laperrr" hahaha. mantafff.. yah begitulah kenikmatan yang kami rasakan sekarang dengan kebersamaan. :) sekitar pukul 5 lewat kami merencanakan untuk pergi ke "KOLAM HIJAU" katanya sih tempat keramat tempat pencucian benda pusaka pada zaman kerajaan siak dahulu.. ajib. tempat nya lumayan jauh dari rumah temanku, yah kalo jalan kaki cukup menguras keringat, kalo lari mungkin kaki akan terasa kaku, yapz kami menggunakan sepeda motor. hahaha, tempatnya di pinggir sungai pemandangan seperti biasa di kampung halaman ku jika suatu tempat berada di pinggir sungai, tapi di sungai ini kapal besar bisa lewat dan kampungku tidak..nah disini lah ada pengalam yang sedikit membuat ku tertarik.. aku menemukan orbs seperti yang dikatakan pada saat acara "masih dunia lain" di tv-tv.. semula aku mengira efek-efek biasa dari senja hari, namun setelah aku lihat fotonya lagi aku sadar tidak semua tempat bisa aku temui bintik-bintik kecil bercahaya pada kamera tersebut. sampai pada akhirnya sebuah helm terjatuh dan langsung saja spontan temanku ada yang berkata " nahh, disuruh pulang tuu" kami pun bergegas pulang *apa ada efek kalo gak izin ya.. yaudah gak usah di bahas. mengerikan, hiiiii... 
jembatan siak "Tengku Sultanah latifah"
pada malam harinya kami makan di turap tepat di pinggir sungai siak dengan pemandangan jembatan "tengku sultanah latifah" cukup indah, yah kalau dikapungku lagi orang-orang menyebut tempat seperti ini pelabuhan.. hahaha dengar-dengar sih katanya nama jembatan tersebut diambil dari nama istri sultan siak.lanjuttt.. pada siang hari sebelum kami beranjak kembali ke kota pekanbaru, kami sempat-sempatkan untuk mampir sebentar ke istana siak "assyeraya al-hasymiah". yah tempat bersejarah yang ada di siak, aku sangat ingin masuk ketempat ini dan akhirnya terwujud *yah mungkin karena aku anak sejarah di universitas riau. :) 
istana siak "ASSYERAYA AL_HASYMIAH"
nah disini tempat peninggalan benda-benda kesultanan siak, banyak sih, mulai dari meriam, komet dan lainnya lagi.. mengenai barang-barang yang ada disini hanya dua yang di duplikat yaitu "MAHKOTA KESULATANAN SIAK" dan "KURSI EMAS KERAJAAN SIAK". selebihnya sih katanya masih origin, begitu banyak hal menarik yang mengundang pertanyaan disini, tapi hal itu tetap harus di tahan sampai pada saatnya hal itu aka kembali di ungkit dan di ungkap lagi. nah menurut mitos, di dalam kerajaan siak ada 2 buah tangga dimana apabila kita menghitungnya anak tangga yang ada akan berbeda, namun tidak dengan aku, yah mungkin karena aku belum menemukan bukti, aku menghitungya semuanya sama saja, berjumlah "36" anak tangga yang ada. setelah itu ada patung burung diatas istana, nah kata temanku "menurut mitos, burung yang ada tersebut bisa dilihat seperti hidup" dalam keadaan antara ketidak percayaan, akupun tetap mengiyakan dengan penuh keraguan,, hahahahasekian lama kami di dalam istana akhirnya waktu jua yang memisahkan, setelah memarkir sendal, dan motor serta ongkos masuk yahhh yang lumayan murah menurut perkiraan ku.. :D kami pun bergegas untuk pulang ke rumah si putra, untuk bersiap-siap ke pekanbaru lagi. dan pada sekitar jam 4 lewat kamipun menancap gas untuk pulang kembali kepekanbaru, di isi dengan rintik hujan sampai pekanbaru dengan keadaan yang kedinginan dan tugas menumpuk yang belum siap kami pun tiba di pekanbaru sekitar pukul 7 malam. dan akhirnya aku berpikir "CUKUP MAHAL UNTUK MEMBELI PENGALAMAN, PENGALAMAN BUKAN HANYA SEBAGAI GURU YANG BAIK, TAPI JUGA SEBAGAI PENUNTUN, DAN BAHAN CEERITA KEPADA ANAK DALAM HAL KEBAIKAN, MENGHARGAI HIDUP HARUS DENGAN MENGHARGAI YANG ADA DAN DIWARISKAN UNTUK DI JAGA DAN DI PELAJARI, HIDUP PENUH SYUKUR DENGAN SEGENAP RASA YANG DI BERI, DAN TETAP KEBANGGAAN ORANG TUA HARUS DI PERJUANGKAN SELAMA DARAH MASIH MENGALIR, DAN HIDUP HARUS BERGUNA" 

wassalam penulis :)




No comments:

Post a Comment