Monday, 2 March 2015

Tentang Persaudaraan dan Q-net (gak selesai)

pernah kah terpikir bagaimana kita menjalani hidup seorang diri? dengan setiap keterbatasan dan resiko kehidupan? yaa, aku rasa semua belum tentu pernah mengalami. sedikit banyak orang pasti akan berfikir untuk tetap berada di dalam keamanan, ya meskipun sedikit banyak. tapi ada celah untuk yang sedikit keluar dari zona nyamannya dan pergi untuk mengadu nasib.

kisah ini berawal dari beberapa minggu yang lalu, kisah tentang persaudaraan dan kehidupan yang sedikit agak memilukan. namun tidak terlintas untuk tak bersyukur dengan apa yang ada. hanya saja perjalanan ini akan menjadi bumbu bagi kami tentang bagaimana itu arti persaudaraan. bermula dari saudara ku yang sebut saja namanya utuh, yang pergi ketempatku untuk menemui rekannya yang hendak membawanya bekerja dengan gaji yang lumayan katanya untuk masa training "2,5 juta". aku rasa itu cukup besar untuk gaji awal. ia datang sendiri dengan angan supaya mendapat pekerjaan dan bisa menjalani hidup layaknya manusia yang lain. aku menemuinya di jalan ketika ia turun dari travel dari kampungnya untuk pergi ketempat kerja yang kebetulan tempat kerja yang dimaksudnya tidak jauh dari tempat kos ku. kami berdua dengan ransel penuh sesak yang ada, berkeliling kota pekanbaru untuk mencari alamat yang di tuju. kami berjalan sesuai yang di tunjukan, entah kemana. sang pemberi informasi yang juga katanya baru saja di ibukota provinsi kami juga baru dan belum tahu bagaimana jelasnya seluk beluk kota ini. kami berjalan dengan informasi yang ada sembari bertanya kepada orang, tentang tempat yang di tunjukan rekan saudaraku. sekian lama kami berjalan, akhirnya kami menemukan dia. senyum ramah dan sapaan hangat terukir di bibir rekan kerja saudaraku yang baru kami temui. aku mengantarkannya ketempat dimana mereka tinggal. kulihat ada beberapa orang yang kukira itu cukup banyak untuk sebuah mes tempat tinggal para pekerja. aku tidak heran, dalam fikiran ku, berarti tempat kerja yang akan saudara ku bekerja tentu sangat besar.

setelah aku berpamitan aku pulang ke kos ku dan kembali ke pekerjaan ku semula sebagai mahasiswa tingkat akhir dan belum dapat pekerjaan serta tuntutan orang tua untuk agar cepat menyelesaikan studi ku di perguruan tinggi negeri di kota ini.selang beberapa minggu setelah ku antar saudaraku ketempat rekan kerjanya dia kembali menghubungi ku untuk menemuinya. aku pun pergi ketempat itu dan kami bercerita. dan kau tahu? apa yang di ceritakan? ia ternyata hanya di suruh mengikuti sebuah tempat pembohongan yang berkedok tempat kerja dengan penghasilan tinggi sebagai distributor alat berat. ya mungkin lebih dikenal sebagai "Q-Net", mlm yang menyuruh anggotanya untuk membohongi siapapun supaya mereka mau bergabung dan setidaknya datang dengan sejuta angan agar berkehidupan layak kedepan. tidak peduli yang di bohongi orang tua, saudara, atau siapapun. mungkin ini yang di sebut pembodohan.

No comments:

Post a Comment